SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1436 SEMOGA KEHIDUPAN KITA LEBIH BAIK PADA TAHUN INI . (Admin Kongkoh: kongkoh_blogspot@yahoo.com)

20 October, 2010

Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar

diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

V. LANGKAH-LANGKAH PEMILIHAN BAHAN AJAR

Sebelum melaksanakan pemilihan bahan ajar, terlebih dahulu perlu diketahui kriteria pemilihan bahan ajar. Kriteria pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal ini berarti bahwa materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru di satu pihak dan harus dipelajari siswa di lain pihak hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan kata lain, pemilihan bahan ajar haruslah mengacu atau merujuk pada standar kompetensi.

Setelah diketahui kriteria pemilihan bahan ajar, sampailah kita pada langkah-langkah pemilihan bahan ajar. Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi pertama-tama mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar. Langkah ketiga memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi tadi. Terakhir adalah memilih sumber bahan ajar.

Secara lengkap, langkah-langkah pemilihan bahan ajar dapat dijelaskan sebagai berikut:

A. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar

1. Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran.

Setiap aspek standar kompetensi tersebut memerlukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang berbeda-beda untuk membantu pencapaiannya.

B. Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran

Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi pembelajaran aspek kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip dan prosedur (Reigeluth, 1987).

1. Materi jenis fakta adalah materi berupa nama-nama objek, nama tempat, nama orang, lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda, dan lain sebagainya.

2. Materi konsep berupa pengertian, definisi, hakekat, inti isi.

3. Materi jenis prinsip berupa dalil, rumus, postulat adagium, paradigma, teorema.

4. Materi jenis prosedur berupa langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut, misalnya langkah-langkah menelpon, cara-cara pembuatan telur asin atau cara-cara pembuatan bel listrik.






No comments:

Catatan Kecil

Froebel merupakan satu diantara banyak tokoh yang berpengaruh terhadap dunia pendidikan anak. Menanamkan nilai agama menjadi bagian penting dalam konsep Froebel, oleh karena itu tujuan pendidikan menurut Froebel diarahkan pada membentuk individu-individu yang sadar secara total akan dirinya sendiri. Yang menarik dari konsep Froebel mengenai pendidikan yaitu adanya kesadaran pada pemahaman bahwa setiap anak memiliki karakteristik tersendiri dalam belajar. tidak adanya diskriminasi latar belakang peserta didik seperti status sosial, budaya maupun ekonomi Ia melihat setiap individu anak sama dan yang lebih luar biasa menurut saya yaitu bahwa Ia menganggap bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi kaya, kreative, dan produktif dalam kehidupannya.

untuk lebih lengkap silahkan baca buku Child Development and Education (David Elkind)