SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA SEMOGA AMAL IBADAH PUASA KITA DITERIMA OLEH ALLAH SWT. AMIN (Admin Kongkoh: kongkoh_blogspot@yahoo.com)

12 January, 2011

Penilaian Portofolio

Pengembangan Dari Sebuah Portofolio

Bagian ini mengilustrasikan pengembangan sebuah portofolio seperti yang telah digambarkan pada langkah sebelumnya. Ini hanya sebuah contoh. Ada sejumlah besar kebebasan didalam membedakan isi dan prosedur evaluasi dari sebuah portofolio. Pengembangan dari sebuah portofolio yang diberikan bergantung pada sejumlah faktor, meliputi area penelitian, audiens yang dituju dan tujuan dari asesmen.

Portofolio ini dibentuk untuk Mike, pelajar tingkat tujuh dengan ketidakmampuan mendengar. Pada sekolah menengah Mike, guru-guru bekerja di dalam sebuah tim dan mempunyai beberapa siswa untuk di uji. Yang termasuk di dalam tim adalah semua guru dari grup siswa yang bersangkutan seperti juga guru khusus yang bekerja dengan siswa-siswa yang di uji oleh tim. Anggota tim Mike terdiri dari guru bahasa Inggris, Ms. Brewer; guru sejarah, Ms. Yuran; guru geografi, Mr. Lee; guru sains, Ms.Novello; guru matematika, Ms.Massey; dan guru pendidikan khusus, Mr. Wald. Pendekatan tim ini diijinkan untuk merencanakan secara bersama-sama dan berkonfrensi dengan orangtua pada saat yang tepat. Mr. Wald ingin untuk membangun sebuah portofolio untuk Mike pada area ekspresi tertulis. Ini adalah area yang sulit bagi Mike pada masa lalu sekalipun sejumlah perbaikan tercatat pada awal tahun oleh tim tingkat empatnya.

Langkah Satu : Menyusun Struktur Portofolio

Menyusun struktur fisik. Mr. Wald memutuskan untuk mengkoordinasi portofolio. Dia meminta masukan dari semua guru. Dia memilih sebuah file folder sebagai cara yang terbaik untuk menyimpan dan menampilkan pekerjaan Mike. Dia memisahkan portofolio mengacu kepada area isi dan memasukan sebuah bagian pada refleksi pribadi dan sebuah bagian pada komentar guru.

Menyusun struktur konsep. Karena Mr. Wald tertarik pada perkembangan ekspresi tertulis Mike, dia meminta setiap guru menyediakan contoh tulisan Mike. Penyusunan contoh sampel akan dibuat bersama oleh Mike dan setiap guru.

Langkah Dua : Menyusun Isi Portofolio

Menyusun tujuan dari portofolio. Seperti yang telah dicatat, tujuan dari portofolio Mike adalah untuk mendokumentasikan kemampuan Mike dalam hal ekspresi tulisan.

Menyusun audiens yang dituju. Portofolio Mike dikembangkan dari pikiran beberapa orang meliputi orangtua Mike, semua guru Mike, dan Mike sendiri.

Menyusun kebutuhan audiens. Berdasar pada audiens yang dituju, portofolio dikembangkan dengan cara pendekatan pertumbuhan baik kualitatif maupun kuantitatif yang dapat dilihat sejalan dengan waktu. Ini akan membuat orangtua Mike dapat melihat perbedaan ekspresi tulisannya seiring dengan tahun sekolah, yang disediakan oleh guru-guru yang mencontohkan bagaimana tulisan Mike di beberapa area dan juga akan menyediakan sebuah pokok untuk refleksi pribadi Mike.

Menyusun Jenis Isian. Seperti telah dicatat isian dipilih bersama-sama oleh Mike dan setiap gurunya. Mike diintruksikan untuk memvariasikan jenis contoh tulisan yang dia pilih dari setiap ruang kelas. Dengan kata lain, dia diminta untuk mengambil contoh dari pekerjaan kreatif, saat menjawab pertanyaan khusus , puisi, laporan, dan seterusnya. Ini akan menyediakan bervariasi contoh tulisan yang digunakan sebagai dasar dari kemajuaannya.

Langkah Tiga : Menyusun proses seleksi.

Setiap dua minggu, pada hari kamis guru Mike akan meletakkan semua contoh tulisannya di dalam sebuah folder dan membawanya pulang sehingga dia dapat memutuskan yang mana diantara contoh-contoh tersebut yang mewakili pekerjaannya. Dia diberitahu untuk tidak mengambil hasil kerja terbaiknya atau contoh dimana dia merasa dia telah mengerjakan pekerjaan yang bagus. Dengan kata lain dia diberitahu untuk mengambil contoh yang mewakili bentuk tulisannya yang paling konsisten.

Sebagai awal, guru bertemu dengan Mike untuk menunjukkan contoh tulisannya yang dianggap mewakili. Adalah tanggung jawabnya setelah titik itu untuk membuat perbedaan. Hari berikutnya dia akan bertemu dengan gurunya, menunjukkan pada mereka contoh yang telah dipilih dan akan memilihnya jika pada kenyataannya sampel itu mewakili. Guru menanyakan Mike tentang pilihannya. Gambar 7.6 pada halaman 148 menun jukkan contoh dari kelas sains yang dipilih oleh Mike dan Ms. Novello pada awal tahun. Mike harus menulis sebuah puisi menggunakan perbendaharaan IPA yang telah dia pelajari minggu yang lalu. Gambar 7.7, juga pada halaman 148, menunjukkan contoh tulisan yang dipilih dari kelas bahasa Inggris mike untuk sebuah isian pada tengah tahun. Pengetesan meliputi tugas untuk menulis gambaran singkat dari 3 buku yang baru saja dia baca dan yang paling disukai. Dia juga diharapkan untuk mengembangkan system pemeringkatan dan diminta untuk meranking stiap buku. Akhirnya, gambar 7.8 menunjukkan sebuah contoh dari kelas sejarahnya dimana dia menulis tentang tokoh sejarah favoritnya. Contoh ini diambil menjelang akhir tahun pelajaran.

Langkah Empat: Menyusun Kriteria Evaluasi.

Untuk menyediakan ukuran kuantitatif perkembangan Mike, adalah penting untuk mengembangkan sistem scoring.

· Membedakan komponen terpenting. Mr. Wald, yang bertanggung jawab dalam hal pengembangan sistem scoring, meneliti literature dalam area ekspresi tertulis dan berdiskusi dengan Ms. Brewer, guru bahasa Inggris Mike. Didapati bahwa ada lima bahasa tertulis yang paling sering disebutkan yakni: pemikiran, tulisan tangan, pengucapan, penggunaan, dan mekanik. ( Lihat Bab 15 untuk sebuah diskusi pada area- area tersebut).

· Membedakan sistem pengskalaan. Mr. Wald memutuskan untuk membuat sistem skor yang sederhana. Dia menggunakan sistem skala empat point : 4= luar biasa, 3 = baik, 2 = cukup, 1= kurang.

· Tulis gambaran dari performance yang diharapkan. Berikutnya Mr. Wald menyediakan gambaran mengenai apa yang dinilai luar biasa, baik, cukup, dan kurang di masing- masing 5 area ekspresi tertulis. Tabel 7.1 pada halaman 150 menunjukkan sistem scoring lengkap dalam hubungan dengan criteria dan gambaran dari masing- masing level performance.

Tabel 7.1 Sistem Skor ekspresi tertulis.


Pengidean

Tulisan tangan

Pengucapan

Penggunaan

Mekanik ( contoh huruf besar dan tanda baca)

4

Luarbiasa

Gaya penulisan dan kualitas sangat sesuai dengan tujuan yang dimaksud

Tulisan sangat teratur dan mudah dibaca

Sangat sedikit kesalahan yang dibuat.

Penggunaan perbendaharaan kata dan sintak sangat sesuai dengan tujuan yang dimaksud

Sangat sedikit terjadi kesalahan tata bahasa.

3

Baik

Gaya penulisan dan kualitas relatif sesuai dengan tujuan yang dimaksud

Tulisan relatif teratur dan mudah dibaca

Beberapa kesalahan dibuat.

Penggunaan perbendaharaan kata dan sintak realtif sesuai dengan tujuan yang dimaksud

Mulai terjadi beberapa kesalahan tata bahasa yang mulai mempengaruhi arti kalimat.

2

Cukup

Gaya penulisan dan kualitas kadang- kadang tidak sesuai dengan tujuan yang dimaksud

Tulisan sulit dibaca

Beberapa kesalahan yang dibuat mulai mempengaruhi arti dari kalimat.

Penggunaan perbendaharaan kata dan sintak kadang- kadang sesuai dengan tujuan yang dimaksud

Beberapa kesalahan tata bahasa yang mempengaruhi arti kalimat.

1

Kurang

Gaya penulisan dan kualitas tidak sesuai dengan tujuan yang dimaksud

Tulisan tidak bisa dibaca

Sering terjadi kesalahan yang mempengaruhi arti dari kalimat.

Penggunaan perbendaharaan kata dan sintak tidak sesuai dengan tujuan yang dimaksud

Sering terjadi kesalahan tata bahasa yang mempengaruhi arti kalimat.

Langkah 5: Menyusun Prosedur Evaluasi

Karena tujuan dari portofolio adalah mendokumentasikan kemajuan seiring dengan waktu, lembar kesimpulan disusun untuk menunjukkan nilai Mike sepanjang tahun sekolah ( gambar 7.9). Hal ini menyediakan tampilan kuanitatif dari kemajuannya. Score yang ditampilkan merupakn hasil rata- rata dari penilaian Mr. Wald dan guru- guru pada masing- masing subyek.

Langkah 6: Menyusun prosedur penggunaan data portofolio.

· Refleksi pribadi. Sebagai tambahan dari pilihan 2 mingguannya, Mike di minta untuk menjawab serentetan pertanyaan mengenai pilihannya. Gambar 7.10 pada halaman 152 menggmbarkan respon Mike terhadap beberapa pertanyaan mengenai contoh tulisannya yang ditunjukkan pada gambar 7.7.

· Diskusi portofolio. Dua kali setahun, ditengah dan di akhir tahun, Mr. Wald menjadwalkan untuk bertemu dengan orang tua Mike utuk mendiskusikan perkembagan umum, Sebagai bagian dari diskusi, portofolio digunakan untuk mengindikasikan kemajuannya dalam area bahas tertulis. Baik contoh tulisan maupun skor kuantitatif ditampilkan dan didiskusikan.

· Melewati semuanya. Saat Mike menuju ke tingkat delapan, dia akan di uji oleh tim yang berbeda. Dia juga akan diajar oleh guru yang berbeda. Mr. Wald berencana untuk bertemu dengan guru Mike yang baru pada musim gugur untuk menyerahkan portofolio dan sistem scoring dan menyemangati tim baru Mike untuk melanjutkan proses portofolio di kelas delapan. Mike bereaksi dengan sangat baik dan bertanggung jawab dalam menyusun isian portofolionya dan senang pada saat dilibatkan di dalam proses refleksi pribadi ini.

Keuntungan dan Kerugian Penilaian Portofolio

Secara umum, keuntungan dari penilaian portofolio lebih banyak daripada kerugian,sebagai contoh, menurut Wesson dan King (1996) bahwa portofolio diperkenakan bagi guru dan murid untuk memonitor peningkatan yang terjadi. Mereka juga diperlihatkan bahwasanya penilaian portofolio itu menekankan pada was dan cakupan dari apa yang di pelajarinya dan memberikan murid – murid rasa memiliki dari pelajaran tersebut. Mc Millan (1997) juga menekankan juga bahwa penilaian portofolio membawa refleksi dari murid – murid dan perpaduan antara murid dan guru. Dia menambahkan bahwa fokus dari portofolio pada pembuktian sendiri ketimbang perpandingan kepada murid – murid lainnya, menyediakan suatu penilaian secara berkelanjutan sepanjang/selama yang di butuhkan. Portofolio juga kemungkinan menyediakan yang lebih baik, terlebih lagi penilaian tidak berat sebelah bagi murid – murid yang berasal dari bermacam – macam budaya ataupun latarbelakang keadaan sosial ekonomi yang rendah. Rueda dan Gracia (1997) , menyebutkan secara fakta bahwa hasil dari penilaian portofolio lebih informatif dari pada hasil prosedur penilaian lainnya. Suporitz dan Brennan (1997) melaporkan juga bahwa penilaian portofolio adalah yang paling sedikit melakukan diskriminasi dari pada test atau ujian pada umumnya. Mereka memperhatikan, bagaimanapun, bahwa disana masih tetap ada perbedaan ras, jenis kelamin, kelas sosial, ekonomi sehingga issue ini tidak dapat di acuhkan.

Kerugian dari portofolio adalah kurangnya kerjasama dengan filosofi dan lebih bekerja ke arah praktek langsung / implementasi (walaupun Wesson dan King (1996) telah mencatat bahwa beberapa guru kemungkinan menentang pendekatan yang di lakukan oleh para murid). Dua batasan utama dari penilaian portofolio muncul berkaitan dengan waktu dan karakteristik tehnik, berdasarkan informasi secara langsung dan proses dari evaluasi tersebut kedua masalah muncul dari validitas (Day dan Skidmore, 1996), dan Reasibilitas (Rivera , 1993) telah di catat. Secara jelas dan tegas, di katakan kriteria dari penilaian adalah materi harus secara spesifik dan pemakaian tanda dapat menolong peserta di daerah tersebut. Wesson dan King (1996) memperhatikan bahwasanya pertimbangan waktu sangat di perlakukan, berbagai dan mengevaluasi segala informasi. Jika pertemuan digunakan , ini membutuhkan waktu tambahan. Dalam sebuah survei tentang penilaian portofolio lebih dari 2000 guru- guru, waktu sangat di butuhkan untuk merancang dan implementasi menjadi daftar teratas dari tiga masalah yang paling di perhatikan. Dua lainnya adalah kurangnya training yang memadai dan dukungan serta kesulitan / kesukaran untuk mengevaluasi hasil ( Harris dan Curran , 1998). Akhirnya, Beigel (1997) mencatat bahwa portofolio dapat di perluas dan materi – materinya terkadang bisa dihilangkan atau berpindah tempat. Dan solusi dari masalah ini dia beropini, adalah untuk menggunakan portofolio elektronik



Next Page 1 2 3 4 5


No comments: