06 July, 2015

Teori-Teori Bermain

Teori-Teori Bermain
By. kongkoh





Buku yang ditulis oleh Audrey Curtis yang berjudul Care and Education in early childhood, terdapat beberapa para teoritis yang dianggap memberikan kontribusi dan serta berargumentasi bahwa bermain memiliki peranan yang sangat penting di dalam proses belajar pada anak. 

1.Friedrich Froebel
pemikiran Frobel berpengaruh besar di Eropa dan Inggris, pandangan dia tentang bermain tertuang dalam the Education of Man yang dipublikasikan pada tahun 1896. Dia menulis bahwa bermain "play truly recognised and rightly fostered, unites the germinating life of the child attentively with the ripe life of experiences of the adult and thus fosters the one through the other". Dia percaya bahwa bermain berkembang dari dalam diri anak.

2. Herbert Spencer 
teori yang diusungnya yaitu teori surplus energi (Surplus Energy theory).
Dia percaya bahwa hewan yang lebih tinggi, termasuk manusia, seringkali memiliki periode kelebihan energi, dan bermain adalah cara yang dapat diterima untuk menggunakan kelebihan energi. Menurutnya bermain itu terpisah dari pekerjaan, bermain hanya betul-betul untuk mengalihkan energi yang berlebih walapun di dalam pengalihan tersebut terdapat rasa menyenangkan yang diterima anak secara langsung.

3. Karl Groos
Dia mempublikasikan dua buku penting yang terkait bermain yaitu the play of animals and the play of man. Dia beranggapan bahwa bermain adalah sarana untuk membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk hidup karena itu bisa memberikan kesempatan untuk mempraktekan keterampilan dan kemungkinan mengeksplorasi dan membelajari apa yang mereka perlu ketahui sebagai orang dewasa.

4. G.Stanley Hall 
teori yang dia usulkan yaiti teori rekapitulasi bermain (the recapitulation theory of play). Stanley Hall berpendapat bahwa melalui tindakan anak bermain keluarlah semua perilaku primitif manusia tentang masa lalu evolusi kita. Misalnya, kasar dan kekasaran bermain mengingatkan pada gulat dan pertempuran masa lalu.

5. Freudian theorists
Most Freudian theorists have referred to play but I have selected those whom I believe have had some impact upon our understanding of play with young children.

6. Sigmund Freud
Freud percaya bahwa bermain adalah pengalaman katarsis bagi anak-anak. Menurut teori psikoanalitik, bermain mengambil bentuk pemenuhan keinginan dan memungkinkan anak untuk menguasai pengalaman traumatis. Freud (1958) menulis bahwa 'setiap anak yang bermain berperilaku seperti seorang penulis imajinatif, karena ia ... menciptakan dunia sendiri atau, dengan lebih benar, ia mengatur hal-hal di dunia ini dan perintah itu dengan cara baru yang lebih menyenangkan. Bermain memungkinkan anak-anak untuk mengekspresikan diri sepenuhnya, tanpa syarat atau pembalasan, karena anak-anak bermain merasa aman. Anak-anak akan menggunakan mainan dan bahan lain untuk mengekspresikan perasaan dan ide-ide yang mereka tidak dapat secara verbal.

7. Eric Erikson 
Erikson mengacu pada pentingnya bermain, Ia menyebut tahap ketiga perkembangan, dari usia empat sampai enam tahun, yang disebut dengan istilah "usia bermain". Selama periode ini anak harus terlibat dalam kedua kegiatan bermain yaitu bermain soliter/sendirian dan bermain kooperatif, karena membantu mereka untuk mengembangkan inisiatif mereka dan menangani kekecewaan dan kegagalan mereka.  

8. Donald Winicott
Winicott stressed the importance of the transitional object in the development of play.For him play allows children the possibility of suspending reality and exploring potentially threatening experiences in the ‘safe’ environment of their fantasy world. 

9. Susan Isaacs
Susan Isaacs mendukung pentingnya bermain di kedua perkembangan yaitu perkembangan emosional dan kognitif anak. Sebagai psikoanalis dia percaya pada manfaat bermain terhadadp emosional , dengan alasan bermain memiliki efek positif pada perkembangan sosial dan kognitif anak-anak. Dia menulis, bermain memang pekerjaan anak dan sarana ia tumbuh dan berkembang. Bermain aktif dapat dipandang sebagai tanda kesehatan mental; dan tidak adanya indikasi  beberapa cacat bawaan, atau penyakit mental '(1929). Baginyamelalui bermain anak-anak dapat memberitahu kita tentang keadaan emosional mereka dan kita bisa mulai memahami kepribadian dan perilaku mereka. 

10. Jean Piaget
Dia berpendapat bahwa anak-anak adalah pembelajar aktif dan dua kegiatan  bermain dan imitasi adalah hal yang penting untuk perkembangan bayi dan anak-anak. Piaget menganggap bahwa bermain adalah produk asimilasi, sedangkan imitasi dihasilkan dari akomodasi. Selama bermain, anak-anak bertindak mengeluarkan perilaku mereka yang sudah terbentuk dan beradaptasi terhadap realitas yang sesuai dengan mereka dengan cara yang menyenangkan. Selama imitasi, sebaliknya, anak-anak mencoba untuk menyalin tindakan orang lain untuk memahami dunia di sekitar mereka.

11.  Jerome Bruner
Bruner melihat bermain bermanfaat bagi perkembangan kognitif. Menurutnya bermain sebagai persiapan dirinya untuk "technical social life that constitutes human culture" (teknis kehidupan sosial yang merupakan kebudayaan manusia). Dia berpendapat bahwa bermain berfungsi baik sebagai praktik untuk penguasaan keterampilan dan sebagai kesempatan untuk mencoba kombinasi baru dari perilaku dalam suasana yang aman. Bruner percaya bahwa semua bermain mempunyai aturan.
12. Lev Vygotsky
Untuk Vygotsky bermain adalah wahana interaksi sosial dan merupakan sumber utama perkembangan di tahun-tahun pra-sekolah. Dia berpendapat bahwa "zone of proximal development" diciptakan oleh bermain, dan karena itu dalam bermain anak-anak belajar bagaimana dapat berfungsi di luar kemampuan mereka saat ini.

13. Maria Montessori
sepertinya kontras dengan para pendidik anak usia dini yang mendukung bahwa kegiatan bermain mempunyai nilai dalam proses kegiatan belajar anak-anak. Sedangkan Maria Montessori menganggap bahwa anak-anak belajar melalui kegiatan kehidupan nyata. Baginya, bermain "dalam kehidupan anak ... mungkin sesuatu yang begitu penting yang ia lakukan karena kurangnya sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan".

Demikian ulasan singkat mengenai teori-teori bermain yang dapat saya tuliskan mudah-mudahan bisa memberikan manfaat. Harapan saya silahkan teman-teman baca dari sumber aslinya, karena dengan membaca dari sumber aslinya akan lebih mendapatkan pemahaman yang lebih utuh.








Sumber:

Audrey Curtis.2003. Care and Education in Early Childhood: A Student's Guide to Theory and Practice. USA and London:RoutledgeFalmer. pp. 104-108




 

0 comments: