08 June, 2015

kekerasan pada anak (child abuse)


Kekerasan pada anak (child abuse)
By. Kongkoh


Akhir-akhir ini kita sering sekali disajikan berita oleh media elektronik maupun media cetak tentang kekerasan pada anak. Kasus terakhir yang sangat menghebohkan yang di sorot oleh media yaitu kasus penelataran anak yang terjadi di Perumahan Citra Gran Cibubur Bekasi. Menelantarkan anak merupakan satu diantara beberapa indicator yang masuk dalam kategor kekerasan anak, hal ini seperti yang tertuang dalam UU perlindungan anak “Kekerasan adalah setiap perbuatan terhadap Anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum.” Sedangkan anak terlantar sendiri diartikan sebagai Anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial.”
            Kekerasan anak (child abuse) atau juga biasa disebut oleh para psikolog perkembangan dengan istilah penganiayaan anak (child maltreatment). Secara sadar maupun tidak sadar terkadang kita para orang tua pernah melakukan kekerasan pada anak, hanya saja kesadaran sebagai orang tua membatasi frekuensi kekerasan tersebut sehingga tidak menjadi hal yang terus menerus dilakukan sehingga mengakibatkan berpengaruh terhadap perkembangan psikologis maupun fisiologis anak. Hal yang sederhana mungkin yang sering dilakukan dan itu dianggap tidak melakukan kekerasan pada anak, misalnya menjewer kuping anak, memukul pantat anak atau juga mengeluarkan suara bicara yang keras pada anak. Hal-hal yang dilakukan tersebut tadi memang tujuannya memberikan hukuman atas perilaku yang tidak sesuai yang diharapakan orang tua (silahkanbaca tentang gaya mengasuh anak ), namun jika hal tersebut sering dilakukan bukan hal yang tidak mungkin perlakuan ini akan berpengaruh terhadap perkembangan anak.
            Sebagai orang tua kita harus terus mengupdate pengetahuan tentang cara mendidik anak termasuk didalamnya adalah hal-hal apa saja yang termasuk dalam kategori kekerasan pada anak, sehingga dengan adanya pengetahuan tersebut kita dapat menghindari perlakukan pada anak yang dianggap masuk dalam kategori kekerasan pada anak (child abuse). Ada 4 (empat) tipe kekerasan pada anak yang dikemukakan oleh National clearinghouse on child abuse and neglect 2004, yaitu sebagai berikut :

1.    Kekerasan fisik (physical abuse). Physical abuse is characterized by the infl iction of physical injury as result of punching, beating, kicking, biting, burning, shaking, or otherwise harming a child. The parent or other person may not have intended to hurt the child; the injury may have resulted from excessive physical punishment (Milot & others, 2010).

2.    Melalaikan anak (child neglect). Child neglect is characterized by failure to provide for the child’s basic needs (Newton & Vandeven, 2010; Thompson, 2010). Neglect can be physical (abandonment,for example), educational (allowing chronic truancy, for example),or emotional (marked inattention to the child’s needs, for example). Child neglect is by far the most common form of child maltreatment. In every country where relevant data have been collected, neglect occurs up to three times as often as abuse (Benoit, Coolbear, & Crawford, 2008).

3.    Kekerasan seksual (sexual abuse).Sexual abuse includes fondling a child’s genitals, intercourse, incest, rape, sodomy, exhibitionism, and commercial exploitation through prostitution or the production of pornographic materials (Bahali & others, 2010; Leventhal, Murphy, & Asnes, 2010).

4.    Kekerasan emosional (emotional abuse). Emotional abuse (psychological/verbal abuse/mental injury) includes acts or omissions by parents or other caregivers that have caused, or could cause, serious behavioral, cognitive, or emotional problems (van Harmelen & others, 2010; Wekerle & others, 2009).

Demikian tulisan ini dibuat mudah-mudahan memberikan manfaat kepada teman-teman semua. Amin

Sumber : John W. Santrock.Child Development Thirteenth Edition. Mc Graw Hill. NewYork. 2011. p. 409

 

1 comments:

Tara said...

Sebenarnya jika kita bisa melihat ciri pada anak,pasti kekerasan pada anak itu dapat dihindari sedini mungkin. masuk sini yah untuk cara tau anak sedang mengalami bullying atau tidak - http://goo.gl/8eA0sY